UEA, Bahrain Turut Serta Dalam Upacara Hanukkah di Tembok Barat Kota Al Quds

Delegasi dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain turut serta dalam upacara penyalaan lilin Hanukkah di Tembok Barat kompleks Masjid Al-Aqsa di Al Quds Timur yang dijajah pada Senin malam (14/12), demikian seperti dilansir oleh Times of Israel.

Sebelum upacara berlangsung, Rabi dari Tembok Barat Shmuel Rabinovitch menyambut dan memuji para delegasi karena ikut merayakannya bersama dengan warga negara Penjajah Zionis.

“Merupakan keajaiban Hanukkah melihat delegasi dari UEA dan Bahrain berada di sini bersama kami berpartisipasi dalam upacara penyalaan lilin Hanukkah,” katanya. “Siapakah yang percaya bahwa kedamaian akan datang ke rumah kita dengan cara yang amat luar biasa?”

Kelompok yang turut serta pada upacara tersebut terdiri dari aktivis sosial dari negara-negara Teluk, mengunjungi negara Penjajah Zionis sebagai bagian dari Proyek Sharaka – “Proyek Kerjasama” yang bertujuan untuk menjalin hubungan antara anak muda di negara Penjajah Zionis dan negara-negara Arab.

Langkah yang dilakukan oleh delegasi Arab ini menindaklanjuti normalisasi hubungan dengan negara Penjajah Zionis, dalam satu kesepakatan yang dimediasi oleh AS.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Kesehatan Inegara Penjajah Zionis Yuli Edelstein, Kepala Rabi kota Al Quds Shlomo Moshe Amar dan Direktur Jenderal Western Wall Heritage Foundation, Mordechai Eliav.

Rabbi Amar berkata: “Cahaya ini mempersatukan semua warga negara Penjajah Zionis. Perhatikan baik-baik apinya, terlepas dari semua corak dan warnanya – itu adalah satu. Yang muncul dan menerangi dan menyala secara spontan. Kami warga negara Penjajah Zionis terdiri dari berbagai suku dan komunitas yang berbeda-beda, dan itulah kekuatan kami.”

“Pada hari Ahad, Presiden Reuven Rivlin menjamu delegasi di kediamannya di Al Quds, di mana dia mengatakan kepada mereka: “Kunjungan Anda di sini adalah satau langkah lagi dalam jalur membangun hubungan yang hangat antar negara kita. Saya berharap ini adalah kunjungan anda yang sukses dan saya senang bertemu anda di sini di Al Quds.

” Menurut pernyataan dari kantor kepresidenan negara Penjajah Zionis, Dr Majid a-Sarah dari Universitas Dubai, salah satu pemimpin delegasi itu, menjawab: “Mengunjungi negara Penjajah Zionis untuk pertama kali sebagai bagian dari delegasi adalah momentum bersejarah. Negara Penjajah Zionis adalah contoh utama toleransi di kawasan ini. Ini adalah era baru perdamaian dan stabilitas di tengah masyarakat. “

————-

Sumber: www.middleeastmonitor.conm, tertbit: 15 Desember 2020 pukul 16:06.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *