Turki Kutuk Rencana Penjajah Zionis Caplok Tepi Barat

Jubir Kemelu Turki, Hami Aksoy melakukan konferensi pers di Ankara, Turki pada 26 April 2019 [Fatih Aktaş/Anadolu Agency]

Turki mengecam rencana negara Penjajah Zionis untuk mencaplok Tepi Barat yang dijajah, menyebut itu sebagai “pola pikir yang sangat berbahaya yang bertujuan memeras daerah-daerah Palestina yang diajah.” Juru bicara Kementerian Luar Negeri di Ankara, Hami Aksoy, mengatakan hal itu dalam pernyataan tertulis yang diterbitkan hari Jumat (24/04) lalu.

“Kami percaya bahwa langkah-langkah nekat semacam itu, yang akan melanggar undang-undang internasional dan melukai hati nurani sesama manusia, tidak akan diterima atau didukung oleh setiap anggota komunitas internasional yang memiliki rasa keadilan dan tanggung jawab,” jelas Aksoy.

Keputusan Penjajah Zionis tersebut dibuat pada hari Senin setelah pembentukan Pemerintah Persatuan Darurat yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pemimpin oposisi Benny Gantz. Kedua tokoh itu berjanji untuk merebut daerah di Lembah Jordan yang strategis dan daerah yang dijajah pemukiman Yahudi, yang ilegal menurut hukum internasional.

Aksoy menyerukan kepada masyarakat internasional untuk “menentang inisiatif tidak sah sepihak oleh Penjajah Zionis” dan “merangkul visi solusi dua negara, berdasarkan pada parameter yang ditetapkan dan perbatasan 1967.”

Dia menekankan dukungan Turki bagi perjuangan Palestina dan pembentukan negara Palestina yang merdeka. “Ini sangat penting bagi kawasan ini secara keseluruhan,” tambahnya, “karena perdamaian tidak akan muncul di Timur Tengah tanpa diakhirinya kebijakan penjajahan dan aneksasi (negara Penjajah Zionis).”

Aneksasi Tepi Barat telah lama menjadi perhatian negara Penjajah Zionis, tetapi dijadikan sebagai tujuan utama yang diperbarui dalam “Kesepakatan Abad Ini” Presiden AS Donald Trump yang diluncurkan awal tahun ini. “Rencana perdamaian” AS tersebut dirancang untuk memberikan keuntungan militer dan teritorial yang luas bagi Penjajah Zionis sedangkan rakyat Palestina dilucuti dari pasukan keamanan bersenjata mereka sendiri dan sekitar 30 persen wilayah Tepi Barat.

——————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 24 April 2020 pukul 15:34.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *