Republik Ceko Tambahkan Diplomat di Kota Al Quds

Perdana Menteri Republik Ceko Andrej Babis (kiri) dan mitranya dari negara Penjajah Zionis Benjamin Netanyahu berjabat tangan dalam konferensi pers setelah pertemuan mereka di kota Al Quds pada 19 Februari 2019. [ARIEL SCHALIT / AFP via Getty Images]

Republik Ceko pada Rabu (2/12) mengatakan akan menambah keberadaan jajaran diplomat di kantornya di kota Al Quds pada tahun depan. Hal itu  dalam rangka apa yang disebut kementerian luar negeri Ceko sebagai langkah untuk meningkatkan layanan bagi warga Ceko di negara Penjajah Zionis dan bukan kedutaan yang baru, lapor Reuters.

Negara Eropa tengah telah lama menjadi salah satu pendukung paling mantap bagi negara Penjajah Zionis di Uni Eropa dan presidennya, Milos Zeman, telah mendukung gagasan untuk memindahkan kedutaan Ceko ke kota Al Quds dari Tel Aviv. Namun, tidak ada langkah yang telah diambilnya.

Penjajah Zionis, yang menyambut baik pengumuman Ceko itu, menganggap seluruh bagian kota Al Quds sebagai ibukotanya, meskipun itu tidak diakui oleh sebagian besar negara di dunia. Palestina menginginkan bagian timur kota itu, yang direbut oleh Penjajah Zionis dalam perang 1967, sebagai ibu kota negara masa depannya.

Mengingat status kota yang disengketakan dan sensitivitasnya dalam konflik Penjajah Zionis-Palestina, sebagian besar negara dengan kedutaan besar di negara Penjajah Zionis telah membukanya di ibu kota komersialnya, Tel Aviv.

Kementerian luar negeri Ceko mengatakan, pendirian kantor dengan seorang diplomat di kota Al Quds, bersama dengan konsulat kehormatan di sana, tidak terkait dengan proses perdamaian yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan juga bukan dalam rangka mengantisipasi hasilnya.

Dikatakan bahwa memiliki seorang diplomat akan memungkinkannya melakukan lebih banyak layanan bagi warga Ceko, seperti mengganti dokumen yang hilang, yang saat ini hanya dapat dilakukan di kedutaan di Tel Aviv.

Menteri Luar Negeri Penjajah Zionis Gabi Ashkenazi, menulis di Twitter, mengatakan dia telah berbicara dengan mitranya dari Ceko dan mengucapkan selamat kepadanya atas keputusan yang “menegaskan persahabatan yang kuat dan kemitraan strategis kami”.

Negara Penjajah Zionis telah menjadi destinasi tujuan perjalanan yang semakin populer bagi warga Ceko dalam beberapa tahun terakhir, tumbuh dari sekitar 17.000 turis pada 2016 menjadi sekitar dua kali lipat pada 2019, kata kementerian itu. Tahun lalu sekitar 160.000 warga negara Penjajah Zionis mengunjungi Republik Ceko, katanya.

————–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 2 Desember, 2020 pukul 20:38.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *