Pangeran Saudi: “Netanyahu Pembohong, Putra Mahkota Saudi Tidak Bertemu Dengannya”

Mantan Kepala Intelijen Arab Saudi Pangeran Turki al-Faisal bin Abdulziz al-Saud menghadiri pertemuan para menteri luar negeri Dewan Kerjasama Teluk (GCC) di ibu kota Saudi Riyadh, pada 30 Maret 2017. [FAYEZ NURELDINE / AFP / Getty Images]

Mantan Kepala Intelijen Saudi Pangeran Turki Al-Faisal membantah berita semakin mendekatnya kesepakatan normalisasi Saudi dengan Penjajah Zionis, serta dugaan pertemuan yang telah terjadi antara Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman dan Perdana Menteri Penjajah Zionis Benjamin Netanyahu, dan menyebut yang terakhir sebagai “pembohong. “.

Hal ini terungkap dalam sebuah wawancara dengan CNN, di mana Al-Faisal membahas kebocoran informasi dari pertemuan yang terjadi antara putra mahkota Saudi dan Netanyahu, yang dibantah oleh Arab Saudi.

Dia juga berbicara tentang hubungan Saudi dengan AS, terutama dengan perubahan yang akan segera terjadi di Gedung Putih.

Pertemuan Neom

Pangeran Saudi dengan tegas membantah bahwa raja Saudi bertemu dengan perdana menteri Penjajah Zionis di kota Neom pekan lalu, setelah sumber-sumber Penjajh Zionis dan AS membocorkan berita tersebut.

Al-Faisal menegaskan: “Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal Bin Farhan sepenuhnya membantah tuduhan tersebut. Sayangnya, media memberi prioritas lebih berita yang datang dari Penjajah Zionis daripada yang diterbitkan oleh pihak  kerajaan.”

Dia menambahkan: “Kerajaan telah membantah berita itu, dan saya percaya bahwa kredibilitas kerajaan sangatlah terukur lebih dari tuduhan yang dibuat oleh seseorang seperti Netanyahu, yang dituduh di negaranya sendiri sebagai berbohong kepada rakyat negara Penjajah Zionis, jadi bagaimana mereka bisa mempercayai pembohong ?

Normalisasi dengan Penjajah Zionis

Menanggapi pertanyaan apakah ada persiapan untuk normalisasi hubungan dengan Penjajah Zionis, Al-Faisal menegaskan: “Tidak ada persiapan semacam itu.”

Pangeran Saudi juga menegaskan: “Posisi teguh kerajaan telah ditegaskan lebih lanjut oleh raja dalam pidatonya di hadapan Majelis Permusyawaratan Arab Saudi, ketika ia menyebutkan bahwa perjuangan Palestina adalah prioritas kerajaan dan bahwa kerajaan berkomitmen untuk prakarsa Perdamaian Arab.

” Al-Faisal melanjutkan dengan bertanya: “Mengapa Anda menolak untuk mempercayai raja dan anda terus mempercayai kata-kata Netanyahu?”

Hubungan dengan Biden

Adapun masa depan hubungan Arab Saudi dan AS di era Biden yang akan datang, Al-Faisal menegaskan bahwa kerajaan selalu menjalin hubungan historis dengan AS melalui berbagai mandat yang berbeda dari presiden-presiden baik dari Partai Demokrat dan Republik. Dia memberikan catatan bahwa saat Presiden terpilih Biden masih menjabat sebagai wakil presiden Obama, hubungan Arab Saudi dengan Pemerintahan Obawa saat itu sangat memuaskan.

Al-Faisal menambahkan: “Kami tidak mencapai kesepakatan dalam beberapa masalah di masa lalu, tetapi kami berharap Presiden Biden mengenal baik nilai hubungan dengan Kerajaan Arab Saudi, karena kerajaan ini adalah sahabat AS.”

Riyadh secara resmi membantah berita yang beredar dari media Penjajah Zionis tentang pertemuan yang diadakan pekan lalu di Neom antara putra mahkota Saudi dan Netanyahu. Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal Bin Farhan Al-Saud membenarkan bahwa pertemuan itu hanya dihadiri oleh pejabat AS dan Saudi.

——————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 5 Desember, 2020 pukul 12:55 malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *