Fraksi “Perubahan & Reformasi”: Serbuan ke Al-Aqsa dan Penyebaran foto-foto Al-Haikal Menandakan Adanya Bahaya Besar

Gaza – Fraksi Partai Al-Taghyir wa-l-ishlah atau “Perubahan dan Reformasi” memperingatkan bahwa para pemukim Yahudi terus menerus melakukan penyerbuan terhadap Masjid Al-Aqsa yang diberkahi dengan mendapatkan perlindungan dari pasukan penjajah, menjadi peringatan yang menandakan “adanya bahaya besar.”

Fraksi tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Ahad (20/12): “Sesungguhnya terjadi peningkatan serangan oleh musuh Zionis ke Masjid Al-Aqsa termasuk oleh pemukim Yahudi, bala tentaranya yang dbekali dengan berbagai macam jenis senjata, dan menyebarluaskan foto-foto Al-Haikal yang merupakan hayalan, itu semua memberikan sinyal bahaya besar bagi Masjid Al-Aqsa yang diberkahi.

Dia menambahkan, “Penyerbuan berulang kali ini terjadi di depan mata kita dan karenanya kami membunyikan lonceng peringatan akan bahaya yang mengancam Masjid Al Aqhsa yang diserbu oleh para pemukim Yahudi yang membawa slogan agama Talmud dan Taurat ke halaman masjid dengan mendapat perlindungan pasukan penjajah pada setiap momentum dan khususnya momentum keagamaan di depan mata negara-negara pendukung normalisasi.”

Fraksi tersebut mempertanyakan sikap pemerintah dan negara yang melakukan normalisasi hubungan dengan Penjajah Zionis terkait berbagai aksi penyerbuan ini, dan peran yang dilakukan oleh Otoritas Palestina yang melakukan penindasan terhadap para demonstran yang menghalau para pemukim Yahudi tersebut.

Fraksi tersebut menyatakan: “ Konspirasi ini demikian hebat dan tidak ada jalan kecuali melawannya. Penusukan, penabrakan, pelembaran batu, dan laras senapan adalah solusi bagi musuh kriminal ini, oleh karenanya kami bangsa Palestina harus bersiap-siap untuk menghadapi musuh kriminal ini.”

Para pemukim Zionis menyerbu Masjid Al-Aqsa setiap hari (selain hari Jumat dan Sabtu) pada pagi hari dan setelah sholat zuhur secara berkelompok, dengan pengawalan dari polisi Penjajah Zionis yang masuk dari Gerbang Mughrabi, yang kuncinya telah disita oleh Penjajah sejak Al Quds Timur direbut dan dijajah pada tahun 1967.

—————-

Sumber: www.palinfo.com, terbit: Ahad 20 Desember 2020, jam: 18:00.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *