Negara-negara Afrika Serukan Reformasi PBB untuk Dukung Palestina

Diplomat dari negara-negara Afrika kemarin mengkritik keras PBB atas kelambanannya menangani isu Palestina dan kegagalannya untuk mengakhiri penjajahan negara Zionis yang telah berlangsung lebih dari setengah abad.

Menurut Afro-Palestine Newswire Service, Wakil Menteri Hubungan Internasional Afrika Selatan, Alvin Botes, mengatakan reformasi PBB sangat penting demi tercapainya keadilan bagi rakyat Palestina.

“Afrika bertanggung jawab dalam mempergunakan prinsip-prinsip tersebut untuk bekerja demi Palestina,” Botes menegaskan.

“Di saat keanggotaan PBB telah berkembang secara dramatis sejak 1945 dari 51 menjadi 193 negara, keputusan kunci bagi perdamaian dan keamanan dunia masih merupakan domain de-facto hanya milik lima negara: Cina, Prancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat,” Botes menambahkan, mengacu kepada negara-negara yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB.

“Yang mengejutkan, negara-negara Afrika merupakan hampir sepertiga dari anggota PBB, namun benua itu tidak memiliki perwakilan tetap di Dewan Keamanan PBB. Selama beberapa dekade, Penjajah Zionis telah dilindungi dari akuntabilitas oleh kekuatan veto Amerika Serikat,” lanjut Botes.

Wakil Menteri Luar Negeri Lesotho Machesetsa Mofomobe menambahkan, bahwa PBB harus mengambil satu sikap berprinsip tentang penjajahan suatu negara terhadap negara lain.

“PBB memiliki tugas untuk berlari kencang menuju dekolonisasi Palestina … Tidak ada pertanggungjawaban dan ganti rugi bagi rakyat Palestina yang menjadi korban pelanggaran HAM,” kata Mofomobe, menambahkan bahwa Lesotho memberikan dukungan penuh bagi Palestina dalam perjuangan sah mereka untuk menentukan nasib sendiri.

Acara yang digelar kemarin dengan tema “Palestina di Afrika” tersebut sekaligus menandai Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina.

————

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 30 November 2020, pukul 17.00.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *