Lumpuh Setelah Ditembak Di Leher – Pria Palestina ini Ingin Selamatkan Gensetnya

Seorang pria Palestina menderita kelumpuhan setelah ditembak di bagian lehernya oleh Pasukan Penjajah Zionis di Tepi Barat yang dijajah, demikian dinyatakan oleh Kemenkes Palestina.

Haron Abu Aram, 24 tahun, ditembak Jumat lalu ( 01/01/2021) di desa Al-Tuwanah, selatan Hebron, saat berusaha mencegah tentara-tentara Penjajah Zionis “mencuri genset listriknya”, demikian dilaporkan oleh kantor berita Wafa.

Pria itu dibawa dalam kondisi kritis ke rumah sakit di Yatta sebelum dipindahkan ke rumah sakit Ahli Hebron.

Di dalam video, terlihat Abu Aram, yang telanjang kaki, dipukuli kepalanya berkali-kali oleh para tentara bersama dengan tiga orang warga Palestina lainnya, sebelum sebuah ledakan terdengar dan kamera memperlihatkan jasadnya yang sudah tidak sadarkan diri lagi.

Menurut kelompok HAM Penjajah Zionis bernama B’Tselem, Abu Aram kala itu sedang membantu kerja bangunan di daerah tempat tinggalnya sebelum kejadian itu menimpanya.

B’Tselem menambahkan bahwa tentara pasukan Penjajah Zionis telah menghancurkan rumah Abu Aram pada 25 November lalu dengan dalih tidak memiliki IMB.

Warga Palestina memang jarang sekali memperoleh IMB yang diterbitkan oleh penguasa Penjajah Zionis, terlebih lagi di kota Al Quds Timur yang dijajah.

IMB harus dibayar dengan biaya yang terlalu tinggi dan tidak terjangkau oleh sebagian besar rakyat Palestina. Situasi itu diciptakan agar mereka mendapatkan legalitas untuk mencaplok tanah lebih luas lagi dan meninggalkan rakyat Palestina dalam keadaan menggantung dan terabaikan dengan cara melarang mereka dari membangun infrastruktur.

Para tentara tersebut datang dengan maksud merampas alat-alat yang keluarga itu gunakan untuk kerja bangunan, termasuk sebuah genset, “ kata B’Tselem.

“Abu Aram ditembak di lehernya dari jarak dekat saat dia dan beberapa warga Palestina mencoba mengambil kembali genset itu dari tentara.”

Terus menerusnya aksi penghancuran rumah-rumah milik warga Palestina dan juga konstruksi pemukiman yang dianggap illegal, terus mengalami peningkatan pasca keputusan UAE untuk menormaliasikan hubungannnya dengan negara penjajajah, dan terus menjadi sumber perhatian utama.

Sebagai info tambahan, pada tahun 2020, negara Penjajah Zionis telah menghancurkan rumah-rumah lebih dari 900 rumah warga Palestina yang ada di Tepi Barat, dan kota Al Quds Timur, tambah B’Tselem.

————

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 4 Januari 2021, jam 2:49 siang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *